Produksi Biodiesel sistem kontinue -Reactive Destillation-

oleh: Sutijan, Ratna Dewi Kusumaningtyas, Dyah Retno Sawitri dan Arief Budiman

Abstrak

Biodiesel saat ini merupakan sumber energi terbarukan yang pengembangan dan aplikasinya telah

dimulai di Indonesia. Sampai saat ini proses pembuatan biodiesel masih dilakukan secara batch.

Bahan baku minyak direaksikan dengan metanol dan katalisator asam atau basa dalam reaktor

tangki berpengaduk selama 90-120 menit. Selanjutnya dibiarkan sekitar 10 jam agar terbentuk dua

lapisan kemudian dipisahkan, yang atas berupa biodiesel dan yang bawah berupa campuran

gliserol, katalisator dan sisa metanol. Selanjutnya biodiesel dipisahkan dari gliserol, katalisator dan

sisa metanol. Pada tulisan ini akan dipaparkan proses pembuatan biodiesel secara kontinyu dengan

konsep reactive distillation, yang menggabungkan proses reaksi dan pemisahan dalam satu menara

distilasi. Mekanisme reaksi dan model zona reaksi sepanjang kolom akan dipaparkan yang

selanjutnya akan dipakai untuk memprediksi unjuk kerja pembuatan biodiesel dari minyak sawit

dengan reactive distillation. Didalam melakukan simulasi digunakan software Aspen Plus Ver 11.1.

Pengaruh parameter utama, seperti reflux ratio, posisi feed plate, kecepatan distilat dan jumlah

plate dibahas secara rinci pada tulisan ini.

1. Pendahuluan

Biodiesel saat ini merupakan sumber energi terbarukan yang pengembangan dan aplikasinya telah dimulai di Indonesia. Didalam blueprint pengelolaan energi nasional 2005-2025, pemerintah telah menetapkan pemakaian biodiesel sebanyak 2% konsumsi solar pada tahun 2010, 3% pada tahun 2015 dan 5% pada tahun 2025. Pemerintah juga memprediksi kebutuhan biodiesel mencapai 720.000 kiloliter (tahun 2010), dan akan ditingkatkan menjadi 1,5 juta kiloliter (tahun 2015) dan 4,7 juta kiloliter (tahun 2025). Sampai saat ini proses pembuatan biodiesel skala (kapasitas) kecil masih dilakukan secara batch menggunakan tangki-tangki berpengaduk. Bahan baku minyak direaksikan dengan metanol dan katalisator basa dalam reaktor tangki berpengaduk selama 90-120 menit. Selanjutnya dibiarkan sekitar 10 jam agar terbentuk dua lapisan kemudian dipisahkan, yang atas berupa biodiesel dan yang bawah berupa campuran gliserol, katalisator dan sisa metanol.

Selanjutnya biodiesel dipisahkan dari gliserol, katalisator dan sisa alkohol. Secara prinsip reactive distillation adalah metoda yang menggabungkan proses reaksi dan pemisahan dalam satu menara distilasi (DeGarmo and Pinjala, 1992). Beberapa tulisan Budiman dkk, 2006; Estrada-Villagrana dkk, 2006; Miller and Kaibe, 2004; Tuchlenski dkk, 2001) menyebutkan reactive distillation mempunyai kelebihan dibandingkan dengan konfigurasi konvensional yang menggunakan konfigurasi reaktor dan alat pemisahan secara terpisah. Pada tulisan terdahulu (Sutijan dkk, 2008; Kusumaningtyas dkk, 2009) telah dipelajari proses pembuatan biodiesel secara kontinyu dengan reactive distillation dengan menganggap konstante kecepatan reaksi, k mempunyai nilai tetap. Sedangkan pada tulisan ini akan dibahas seandainya nilai k nilainya tidak tetap, tetapiĀ  merupakan fungsi suhu

fultext available by final proceeding sntki2009

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: