November 20, 2014

Potensi Reservoir Panas Bumi

Posted in Alternative Energy tagged , , at 13:46 by Teman Pembelajar

created by: Rovicky Dwi Putrohari

Secara umum ada tiga model reservoir panas bumi yaitu :

1.     CGS (Conventional Geothermal System), geothermal yang ber-assosiasi
dengan volcanic belt misal, Indonesia, Jepang, New Zealand dll, temperature
relatip lebih tinggi (geothermal field yang berproduksi di Indonesia
biasanya punya temp >200 deg C), dan reservoirnya relative shallow (cetek)
relative terhadap model lain.

2.     HAS (Hot Sedimentary Aquifer),  air yang terperangkap di sedimentary
basin, dipanaskan dari bawah perut bumi, di German dan AS reservoir in sudah
di produksi dengan menggunakan binary plant, temperature berkisar antara
140-180 deg C, konon katanya banyak oil field di Indonesia mempunyai aquifer
sampai 150 deg C.

3.     EGS (Enhance Geothermal System), atau hot fractured rock,
reservoirnya di buat oleh manusia (man made), model ini sangat menantang
dari segi engineeringnya, karena  heat di perut bumi relative dalam dan
media (air) untuk extract panas harus di inject dari surface, reservoirnya
harus dibuat sendiri dengan hydro fracture. Di Australia sekarang EGS dan
HAS ini lagi getol-getolnya dilakukan, karena ada support yang kuat dari
pemerintah, konon katanya untuk mengantisipasi Climate Change, pemerintah
Australia akan menerapkan peraturan yang di sebut Clean Coal Power Plant,
cost untuk CCPP ini akan bisa bersaing dengan HAS maupun EGS. Type power
plant untuk EGS sejauh ini Binary, karena temperature memang relative low
(120 -180 deg C). Lihat cartoon EGS dibawah.

Salah satu coy yang sedang melakukan EGS secara intensive di Australia
adalah Geodynamics dengan produksi Perdana 1-MW dari rencana 25 MW total,
untuk 1-MW pertama mereka harus mengebor 2-wells (injection dan production)
ke Granite body dari Cooper Basin di South Australia sampai kedalaman 5-km
untuk mendapatkan temperature yang kemudian di convert ke listrik.

Pertanyaan yang muncul adalah: apakah harga EGS bisa bersaing dengan CPP??,
dan siapa pembelinya??, EGS power harganya berkisar antara USD135-150/MWh,
CPP mungkin berkisar antara USD 60-80/MWh?, disitulah peran pemerintah
sebagai regulator, melihat strategy pengelolaan energy secara longterm dan
ter-integrated dan tidak kaku, subsidi untuk remote area kenapa tidak?.

Kita di Indonesia CGS sangat melimpah, konon katanya mempunyai potential
20.000-27.000 MW, keunggulannya, reservoirnya relative dangkal, dan banyak
high temp, begitu juga dengan HAS yang belum di evaluasi berapa potensinya?,
oil field yang sudah tidak produksi lagi, mungkin perlu di evaluasi
potensinya. Jangan lupa technology Binary plant sudah sangat maju sekarang
mereka bisa design powerplant dari hotwater 91 -150 deg C.

Dengan kondisi alam Indonesia yang sangat banyak potensi panas buminya,
sangat-sangat memungkinkan kita bisa menaikkan ratio-elekrifikasi di daerah
remote di Negara tercinta ini amin. Untuk sekarang tidak perlu mencari EGS
model, karena CGS sangat melimpah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: